Sabtu, 28 November 2009

Presiden Akhirnya Deklarasikan Pengukuhan Batik

JAKARTA --Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,akhirnya mendeklarasikan pengukuhan batik yang telah masuk dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia (Representative List of Intangible Cultural Heritage) UNESCO sekitar satu jam setelah pengumuman resminya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat esok (2/10).


Sekitar sejam setelah diumumkan secara resmi oleh UNESCO, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mendeklarasikan pengukuhan batik tersebut," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menudpar) ad interim, Mohammad Nuh, di Jakarta, Jum'at

Akhirnya batik Indonesia telah masuk dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia di UNESCO,setelah Indonesia memperjuangkannya melalui proses yang panjang dan pada akhirnya batik Indonesia mendapat legitimasi dari hasil pembahasan kelayakan dalam sidang di Abu Dhabi yang berlangsung 28 September hingga 2 Oktober 2009.

Menurut Menteri, pengakuan batik Indonesia secara internasional tidak ada maknanya jika masyarakat kita sendiri tidak menghargai hasil karya anak bangsa,atau tidak mengapreasikan batik kita.

Ia mengatakan, dengan adanya pengukuhan dunia pada batik Indonesia tidak perlu lagi ada keraguan dari masyarakat soal kepemilikan batik.

"Kita mengajukan batik ke UNESCO juga dalam rangka proses kepemilikan. Ini kewajiban moral untuk menyelamatkan warisan bangsa. Kita tidak melarang bangsa lain memakai produk budaya Indonesia, tetapi jika ada pengklaiman atau pengakuan sebagai hak milik oleh suatu bangsa lain, tentu kita tidak bisa tinggal diam," kata M. Nuh.

Ia mengajak masyarakat agar lebih mengapresiasi batik Indonesia dalam aktivitas sehari-hari.Dan selallu mencintai produk dalam negeri.

"Setelah diakui sebagai Budaya Tak benda Warisan Manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity) oleh UNESCO, menjadi kewajiban bagi kita untuk lebih mengapresiasi batik Indonesia sebagai bagian dari aktivitas keseharian," kata Nuh.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), Surya Dharma, mengatakan, batik Indonesia sudah masuk dalam representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO karena melihat pada nilai-nilai historis, filosofis, aspek-aspek religius yang melatarbelakangi pembuatan batik.

"Penilaian terhadap batik Indonesia tidak sekadar dari sisi motifnya saja, tetapi aspek lainnya seperti nilai historis dan filosofisnya," kata Surya.

Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia, Doddy Soepardi, mengatakan, dari hasil pengumpulan data di lapangan oleh Yayasan Batik Indonesia bersama desainer batik Iwan Tirta di 19 provinsi di Indonesia terkumpul lebih dari 2.500 jenis batik dengan berbagai corak dan motif yang beragam.

"Jenis batik khas daerah yang berbeda-beda berkembang pesat terutama di sentra-sentra batik yang tersebesar di berbagai daerah di tanah air," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar