Pengukuhan batik sebagai warisan pusaka dunia atau World Heritage dari Indonesia oleh UNESCO yang diresmikan pada Jumat (2/10) yang lalu, ikut mendongkrak penjualan batik sejumlah pengrajin atau pengusaha batik di Kota Solo.
Hal tersebut diakui Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan Solo, Alpha Fabela ketika dikonfirmasi Espos, Selasa (29/9).
“Rata-rata penjualan batik di beberapa pengusaha di Kampoeng Batik Laweyan pascalebaran kali ini memang meningkat cukup signifikan. Minimal peningkatannya sekitar 200% dibanding hari-hari biasa. Dan tidak dipungkiri, adanya rencana pengukuhan batik sebagai World Heritage dari Indonesia oleh UNESCO yang akan diresmikan pada Jumat (2/10) nanti, ikut mendongkrak meningkatnya penjualan batik di kawasan Kampoeng Batik Laweyan,” ungkap Alpha.
Alpha menuturkan ada beberapa pengrajin atau pengusaha batik di kawasan tersebut telah menerima pesanan seragam batik dalam jumlah yang cukup banyak, yang sedianya akan dikenakan pada saat pengukuhan batik oleh UNESCO tersebut.
Pesanan bahkan datang dari pelanggan yang berasal dari luar Kota Solo.
“Memang ada pelanggan yang memesan seragam batik dalam jumlah yang cukup banyak. Kemungkinan seragam batik tersebut akan dikenakan para karyawan di lingkungan perkantoran tempat mereka bekerja,” kata Alpha.
Sabtu, 28 November 2009
Batik Indonesia Dikukuhkan Unesco Dongkrak Penjualan Di Solo
Presiden Akhirnya Deklarasikan Pengukuhan Batik
JAKARTA --Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,akhirnya mendeklarasikan pengukuhan batik yang telah masuk dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia (Representative List of Intangible Cultural Heritage) UNESCO sekitar satu jam setelah pengumuman resminya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat esok (2/10).
Sekitar sejam setelah diumumkan secara resmi oleh UNESCO, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mendeklarasikan pengukuhan batik tersebut," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menudpar) ad interim, Mohammad Nuh, di Jakarta, Jum'at
Akhirnya batik Indonesia telah masuk dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia di UNESCO,setelah Indonesia memperjuangkannya melalui proses yang panjang dan pada akhirnya batik Indonesia mendapat legitimasi dari hasil pembahasan kelayakan dalam sidang di Abu Dhabi yang berlangsung 28 September hingga 2 Oktober 2009.
Menurut Menteri, pengakuan batik Indonesia secara internasional tidak ada maknanya jika masyarakat kita sendiri tidak menghargai hasil karya anak bangsa,atau tidak mengapreasikan batik kita.
Ia mengatakan, dengan adanya pengukuhan dunia pada batik Indonesia tidak perlu lagi ada keraguan dari masyarakat soal kepemilikan batik.
"Kita mengajukan batik ke UNESCO juga dalam rangka proses kepemilikan. Ini kewajiban moral untuk menyelamatkan warisan bangsa. Kita tidak melarang bangsa lain memakai produk budaya Indonesia, tetapi jika ada pengklaiman atau pengakuan sebagai hak milik oleh suatu bangsa lain, tentu kita tidak bisa tinggal diam," kata M. Nuh.
Ia mengajak masyarakat agar lebih mengapresiasi batik Indonesia dalam aktivitas sehari-hari.Dan selallu mencintai produk dalam negeri.
"Setelah diakui sebagai Budaya Tak benda Warisan Manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity) oleh UNESCO, menjadi kewajiban bagi kita untuk lebih mengapresiasi batik Indonesia sebagai bagian dari aktivitas keseharian," kata Nuh.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), Surya Dharma, mengatakan, batik Indonesia sudah masuk dalam representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO karena melihat pada nilai-nilai historis, filosofis, aspek-aspek religius yang melatarbelakangi pembuatan batik.
"Penilaian terhadap batik Indonesia tidak sekadar dari sisi motifnya saja, tetapi aspek lainnya seperti nilai historis dan filosofisnya," kata Surya.
Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia, Doddy Soepardi, mengatakan, dari hasil pengumpulan data di lapangan oleh Yayasan Batik Indonesia bersama desainer batik Iwan Tirta di 19 provinsi di Indonesia terkumpul lebih dari 2.500 jenis batik dengan berbagai corak dan motif yang beragam.
"Jenis batik khas daerah yang berbeda-beda berkembang pesat terutama di sentra-sentra batik yang tersebesar di berbagai daerah di tanah air," katanya.
Sejarah Batik Indonesia
Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman.perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.
Perkembangan Batik di Indonesia
Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa.Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920.
Batik juga berkaitan dengan penyebaran ajaran islam di tanah air khususnya daerah Jawa.Daerah-daerah pusat batik terdapat didaerah santri,jadi batik digunakan alat oleh pedagang muslim untuk melawan penjajah.
Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu.Dulu batik dikerjai hanya didalam kraton saja dan hasil hanya dipakai keluarga kerajaan saja beserta abdi dalam keraton.banyak orang kerajaan yang ditinggal diluar kerajaan maka kesenian batik dibawa keluar oleh mereka lalu dikerjai di rumah mereka masing-masing.
Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Tips Mencuci Batik
Tips mencuci busana batik supaya tetap indah,sebagai berikut caranya:
1. Mencuci kain batik jangan sesekali memakai sabun cuci biasa,karena akan merusak motif atau warna batik itu.Sebaiknya anda menggunakan shampo agar motif dan warna batik itu terjaga atau menggunakan sabun cuci khusus batik yang tersedia di toko/dipasaran.
2. Pada saat memcuci kain batik jangan sesekali di gosok atau dikasih dertejen pakaian,jangan menggunakan mesin cuci,tapi cukup dengan air hangat saja bila terkena noda digosok dengan sabun mandi.
3. Jika terdapat noda yang membandel sebaiknya di gosok dengan kulit jeruk saja.
4. Setelah kotoran hilang Anda harus menjemurnya di tempat yang teduh tetapi Anda tidak perlu memerasnya, biarkan saja kain tersebut mengering secara alami. Pada saat menjemur sebaiknya Anda tarik bagian tepi kain agar serat kain yang terlipat kembali seperti sediakala.
5. Hindari penyetrikaan secara langsung, jika terlalu kusut Anda bisa semprotkan air di atas kain batik Anda lalu lapisi batik Anda dengan kain lainnya. Hal ini untuk menghindari kain batik Anda terkena panas langsung dari setrikaan.
6. Bila Anda ingin memberi pewangi dan pelembut kain pada batik tulis, jangan disemprotkan langsung pada kainnya. Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain. Sebaiknya Anda tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami.
7. Sesudah disetrika sebaiknya Anda simpan batik Anda dalam plastik agar tidak dimakan ngengat. Sebaiknya Anda jangan memberi kapur barus karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak kain batik Anda. Ada baiknya Anda beri merica atau lada yang dibungkus dengan tisu lalu masukkan dalam lemari pakaian Anda untuk mengusir ngengat. Atau Anda bisa menggunakan akar wangi yang sebelumnya Anda celup ke dalam air panas kemudian dijemur, lalu dicelup sekali lagi ke dalam air panas dan dijemur. Setelah akar wangi tersebut kering Anda baru bisa menggunakannya.Kita tahu bahwa batik terdiri dari tiga jenis sesuai dengan cara pembuatanya
1.Batik tulis
[Photo]Batik tulis adalah kain yang di hias corak dan teksturenya didesaindengan tangan dan lama pembuatannya sekitar 2-3 bulan.
Jenis-jenis Batik
Kita tahu bahwa batik terdiri dari tiga jenis sesuai dengan cara pembuatanya
1.Batik tulis
[Photo]Batik tulis adalah kain yang di hias corak dan teksturenya didesaindengan tangan dan lama pembuatannya sekitar 2-3 bulan.
2.Batik cap
[Photo] Batik cap adalah kain yang dihias dengan texture dan corak yang sudahdi bentuk cap yang terbuat dari tembaga,dan pembuatanya tidak terlalu lama seperti batik tulis,hanya 2-3 hari.
3.Batik Printing
[Photo]Batik printing banyak yang kita temukan di toko-toko batik dikarenakan kualitas corak batiknya lebih bagus dan tahan lama atau tidak luntur
Cara Membuat Batik
Anda ingin membuat batik sendiri,caranya sebagai berikut:
Ada dua hal yang harus disiapkan dalam membuat batik,sebagai berikut:
1. kain mori (bisa terbuat dari sutra, katun atau campuran kain polyester), pensil untuk membuat desain batik,
2. canting yang terbuat dari bambu, berkepala tembaga serta bercerat atau bermulut, canting ini berfungsi seperti sebuah pulpen. Canting dipakai untuk menyendok lilin cair yang panas, yang dipakai sebagai bahan penutup atau pelindung terhadap zat warna. gawangan (tempat untuk menyampirkan kain), lilin, panci dan kompor kecil untuk memanaskan.
Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
Langkah pertama kita membuat design batik diatas kain mori dengan pensil atau biasa disebut molani,pemilihan motif sesuai dengan selera kita sendiri,namun ada juga memilih motif yang sudah ada.
Langkah kedua adalah menggunakan canting yang telah berisi lilin cair untuk melapisi motif yang diinginkan. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena. Setelah lilin cukup kering, celupkan kain ke dalam larutan pewarna.
Proses terakhir adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus dengan air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif kain batik yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif & model batik yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur).
Maka hasilnya adalah kain batik yang dikenal dengan kain batik tulis. Anda bisa mendapatkan batik dengan kualitas lebih baik daripada yang tersedia di toko batik. Penamaan itu diberikan, karena disamping batik tulis, ada juga batik cap, batik printing, batik painting dan sablon. Selamat mencoba, semoga hasil karya anda bisa memuaskan diri anda akan seni membatik